26 February 2012

HATI-HATI TERHADAP BULU SIKAT GIGI YANG LEMBUT

Sikat gigi merupakan keperluan dasar dalam memenuhi kesehatan gigi. Berbagai macam variasi sikat gigi, dari yang harganya murah dengan model sederhana sampai yang harganya mahal dengan model yang lebih inovasi ditawarkan oleh industry untuk memenuhi kebutuhan kesehatan gigi masyarakat. Bagi sebagian besar orang, harga sikat gigi bukan menjadi suatu patokan seseorang dalam memilih sikat gigi bagus, tetapi kemampuan sikat gigi tersebut dalam merefleksikan perawatan gigi seseorang lah yang menjadi patokan. Faktor kehalalan juga menjadi patokan umat muslim dalam memilih sikat gigi, Karena disinyalir ada sikat gigi yang tidak halal. Sejarah sikat gigi Pada masa peradaban Mesir, masyarakat di sana menggunakan stik kunyah atau kayu siwak untuk membersihkan gigi mereka. Siwak yg dlm bahasa Yunani bernama Salvadora persica ini diyakini memiliki kemampuan antiseptic tinggi.Dengan menggigit-gigit ujung kayu siwak, lama-kelamaan akan membentuk sikat. Penggunaan siwak sebagai sikat gigi terus berlanjut ke peradaban Arab-Islam ketika ilmu pengetahuan berkembang pesat. Sikat gigi pertama yang dilengakapi dengan bulu ditemukan oleh orang Cina sekitar abad ke-15. Sikat gigi ini dibuat dari bulu yang diambil dari leher binatang babi yang ditempelkan pada tulang atau bambu. Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan bulu leher babi pun diganti dengan bulu kuda yang lebih lembut dan disukai oleh orang Eropa. William Addis, seorang berkebangsaan Inggris, pada tahun 1870 membuat sikat gigi dari gagang tulang sapi. Bulunya memang tetap terbuat dari bulu babi yang disusun satu baris sampai tiga baris. Masyarakat Eropa juga menggunakan kain linens atau spons yang dibasahi minyak sulfur atau larutan garam untuk menyikat gigi. Terkadang, kain ini dipasangkan pada satu stik untuk membantu mencapai gigi belakang. Namun sikat gigi ini tidak terlalu popular dibanding sikat gigi hasil penemuan Addis. Setelah dunia teknologi berkembang pesat, stik sikat gigi dibuat dari plastic karena menjadi pilihan terbaik untuk menyikat gigi. Namun, pada tahun 1990-an penggunaan bulu hewan tetap dilakukan. Lalu muncullah Wallace H. Carohers yang menciptakan bulu sikat dari nilon di Lab. Du Pont. Inilah jenis sikat gigi yang dipakai hingga saat ini. Nilon dipilih untuk menggantikan bulu babi karena bentuknya mudah diatur dan ukuran diameter untuk menghasilkan penyikatan lebih baik. Konon, nilon ini memiliki kekurangan dibanding bulu babi. Sifat nilon lebih sulit kering sehingga mudah ditumbuhi bakteri. Walaupun sebagian besar sikat gigi sudah berbahan nilon, ada sekitar 10% sikat gigi dari bulu babi hutan yang dipasarkan di seluruh dunia. Untuk di Indonesia sikat gigi dari bulu babi memang sangat jarang ditemukan dan digunakan, namun negara-negara di Eropa masih menggunakan sikat gigi bulu babi karena dianggap sebagagai sikat gigi mewah dan harganya sangat mahal. Menurut beberapa sumber, negara-negara di Eropa percaya bahwa sikat gigi bulu babi adalah sikat gigi terbaik karena lembut dan tidak merusak gigi. Menurut informasi, ciri-ciri sikat gigi ini adalah texturnya sangat lembut dan jika terbakar akan tercium bau menyengat seperti tanduk yang terbakar. Mungkin ini berkaitan dengan adanya kandungan protein dalam rambut. Ciri lainnya, pada gagang sikat ini ada tulisan Bristle, Pure Bristle, 100% China Bristle, dll. Jika diartikan, Bristle berarti bulu babi. Penggunaan bulu babi juga dapat ditemui di kuas roti maupun kuas kosmetik. Menurut MUI, tentu saja sikat gigi ini jelas haram. Walaupun yang dipakai hanya bulunya saja, tetaplah haram. Karena para ulama menyatakan bahwa babi dan turunannya adalah haram untuk setiap umat muslim. Pendapat yang menyatakan sikat gigi dari bulu babi lebih baik dari sikat gigi apapun adalah SALAH. Mengapa demikian? Jika sikat gigi ini digunakan akan lebih berbahaya karena bulu babi mengandung protein. Apabila hewan yg bulunya digunakan untuk sikat gigi berpenyakit, maka akan menjadi petaka jika bulunya tertinggal di gigi kita. Selain itu, dalam menyikat gigi tidak dibutuhkan bulu yang terlalu halus.. Read More..

17 August 2010

Mengenal Mu



Aku mengenal mu lewat jiwa,
bukan lewat mata,
Aku menjadikan mu Pendamping lewat hati,
Bukan sekedar basa basi.

Ku tak tahu,
Seperti apa aku dalam pandangan mu,
Selayak apa aku dalam pelukan mu,
Tapi yang aku tahu...
Meski dengan keterbasan ku berbalut kekurangan ku,
Aku menulis nama mu di hati ku..
Sejak awal dan takkan pernah terganti apalagi terhapus..

Ong Kyu Read More..

25 December 2009

Puasa ‘Asyura

Asyura berasal dari perkataan Arab asyara yang bermaksud sepuluh. Ini disebabkan hari Asyura adalah hari yang kesepuluh di dalam kalendar Islam yaitu pada 10 Muharram.

Sejarah Asyura

Menurut tradisi masyarakat Islam, Nabi Muhammad s.a.w. melakukan puasa Asyura sejak di Makkah lagi memandangkan puasa Asyura merupakan amalan biasa masyarakat setempat. Apabila baginda berhijrah ke Madinah, baginda turut mendapati kaum Yahudi turut berpuasa pada hari Asyura (atau bagi mereka adalah Yom Kippur yang juga pada hari kesepuluh). Ketika itu, baginda mengesahkan dan mensyariatkan puasa sehingga ia menjadi satu kewajiban kerana baginda merasakan masyarakat Islam lebih dekat dengan Nabi Musa. Ibn Hajar al-asqalani, dalam pernyataannya terhadap Sahih Bukhari mengatakan yang syariat puasa telah dijadikan kepada bulan Ramadhan setahun kemudian. Kini, masyarakat Islam melakukan puasa pada 10 Muharram sebagai amalan sunat dan bukan kewajiban.

Masyarakat Islam turut percaya akan berlakunya kejadian besar ketika 10 Muharram:

* Hari pertama Allah menciptakan alam.
* Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
* Hari pertama Allah menurunkan hujan.
* Allah menjadikan 'Arasy.
* Allah menjadikan Luh Mahfuz.
* Allah menjadikan Malaikat Jibril.
* Nabi Adam a.s. dicipta.
* Diampunkan dosa Nabi Adam a.s. setelah bertahun-tahun memohon keampunan kerana melanggar larangan Allah.
* Nabi Idris a.s. diangkat darjatnya oleh Allah dan Malaikat Izrail membawanya ke langit.
* Diselamatkan Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya dari banjir besar selama enam bulan dan bahtera baginda selamat berlabuh di puncak pergunungan.
* Nabi Ibrahim a.s. dilahirkan di kawasan pedalaman dan terselamat dari buruan Raja Namrud.
* Nabi Ibrahim a.s. diselamatkan Allah dari api Raja Namrud.
* Nabi Yusuf a.s. dibebaskan dari penjara setelah meringkuk di dalamnya selama tujuh tahun.
* Nabi Yaakub a.s. telah sembuh buta matanya ketika kepulangan anaknya Yusuf di hari tersebut.
* Nabi Ayub a.s. disembuhkan dari penyakitnya.
* Nabi Musa a.s. telah diselamatkan daripada tentera Firaun dan berlakunya kejadian terbelahnya Laut Merah.
* Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s..
* Nabi Yunus a.s. selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
* Kesalahan Nabi Daud a.s. diampuni Allah.
* Nabi Sulaiman a.s. dikurniakan Allah kerajaan yang besar.
* Nabi Isa a.s. diangkat ke syurga ketika diburu oleh tentera Rom untuk menyalib baginda.
* Saidina Hussein ibni Ali telah syahid akibat dibunuh dengan kejam di Karbala oleh tentera khalifah Bani Umaiyyah iaitu Khalifah Yazid.



Sejarah Asyura bagi Perspektif Syiah

Pada masa zaman sebelum Islam, 'Asyura diperingati sebagai hari raya rasmi bangsa Arab. Pada masa itu mereka berpuasa dan bersyukur menyambut 'Asyura. Mereka merayakan hari itu dengan penuh kegembiraan sebagaimana hari Nawruz yang dijadikan hari raya di negara Iran. Dalam sejarah Arab, hari 'Asyura (10 Muharram) adalah hari raya bersejarah. Pada hari itu setiap suku mengadakan perayaan dengan mengenakan pakaian baru dan menghias kota-kota mereka. Sekelompok bangsa Arab, yang dikenal sebagai kelompok Yazidi, merayakan hari raya tersebut sebagai hari kegembiraan.

Syahidnya Husain bin Ali

Pertempuran Karbala

Tanggal 10 Muharram 61 H atau tanggal 10 Oktober 680 merupakan hari pertempuran Karbala yang terjadi di Karbala, Iraq sekarang. Pertempuran ini terjadi antara pasukan Bani Hasyim yang dipimpin oleh Husain bin Ali beranggotakan sekitar 70-an orang melawan pasukan Bani Umayyah yang dipimpin oleh Ibnu Ziyad, atas perintah Yazid bin Muawiyah, khalifah Umayyah saat itu. Pada hari itu hampir semua pasukan Husain bin Ali, termasuk Husain-nya sendiri syahid terbunuh, kecuali pihak perempuan, serta anak Husain yang sakit bernama Ali bin Husain. Kemudian oleh Ibnu Ziyad mereka dibawa menghadap Khalifah di Damaskus, dan kemudian yang selamat dikembalikan ke Madinah.

Peringatan kesyahidan Husain

Perkara sunat dilakukan pada hari Asyura

1. Melapangkan masa / belanja anak dan isteri
2. Memuliakan fakir miskin
3. Menahan marah
4. Menunjukkan jalan yang lurus/membetuli orang sesat/orang yang salah(terpesong aqidah(tauhid) dan akhlaknya)
5. Menyapu / mengusap kepala anak yatim(menghormati dan memuliakan mereka)
6. Bersedekah
7. Memelihara kehormatan diri
8. Mandi Sunat dengan lafaz niatnya: "Sahaja aku mandi sunat hari Asyura kerana Allah Taala."
9. Bercelak
10. Membaca Qulhuwallah(Surah Al-Ikhlas) hingga akhir seribu kali
11. Sembahyang sunat empat rakaat dengan lafaz niat: "Sahaja aku sembahyang sunat hari Asyura empat rakaat kerana Allah Taala. Pada rakaat pertama dan
kedua selepas al-Fatihah di baca Qulhuwallah sebelas kali.
12. Menjamu orang berbuka puasa
13. Puasa Sunat Asyura dengan niatnya dibaca Sahaja aku berpuasa esok hari sunat hari Asyura kerana Allah Taala.
Read More..

15 September 2009

Hikmah Puasa Ramadhan

“Dan carilah pada apa yg telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagian negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari keni’matan dunia.”



Hikmah yg diperoleh dari ajaran berpuasa Ramadhan nilai kesalehan selalu berada pada jaringan sosial masyarakat dilandasi oleh kualitas iman dan taqwa. Sehingga dalam kalbu kita tumbuh pribadi yg kuat senantiasa ikhlas beramal dan bukan pribadi yg selalu menjadi beban orang lain.
Islam tidak boleh membiarkan umatnya hidup serba kekurangan melainkan dijadikan manusia itu menjadi mahluk yg hidup dalam keseimbangan antara keperluan duniawiyah dan ukhrawiyah. Karena itu hikmah puasa Ramadan secara kondusif melahirkan dua dimensi keberkahan kehidupan dunia dan akhirat.
Secara fisik dengan berpuasa seseorang harus mampu mengendalikan nafsu, sekularitas, hedonistis, egoistis maupun sikap hidup kompetitif konsumtif agar hidup ini senantiasa dihayati sebagai rahmat dan nikmat dari Allah SWT. Mereka harus menahan rasa lapar dan haus tidak melakukan hubungan badan dgn istri dari waktu fajar hingga matahari tenggelam di petang hari serta tidak melakukan perbuatan jahat tidak mengeluarkan kata-kata kotor menahan emosi dan nafsu amarah serta berbagai perbuatan tercela lainnya.
Secara psikologis seseorang yg berpuasa Ramadan menyatukan dirinya dalam kondisi penderitaan akibat rasa lapar dan haus yg selama itu lebih banyak diderita oleh fakir miskin yg dalam hidupnya selalu terbelenggu oleh kemiskinan. Esensi puasa Ramadhan juga memberikan nilai ajaran agar orang yg beriman dan bertaqwa mengikuti tuntunan Nabi SAW yg hidupnya amat sederhana dan selalu bersikap lugu dalam segala aspek kehidupannya. Beliau menganjurkan kepada umat Islam “berhentilah kamu makan sebelum kenyang.” Contoh sederhana tsb mudah didengar tapi terasa berat dilaksanakan jika seseorang tengah bersantap dengan makanan lezat. Memang itulah tuntunan yg memiliki bobot kesadaran diri tinggi terhadap lingkungan masyarakat miskin yg berada di lingkungannya.
Di bagian lain Nabi saw mencontohkan “berbuka puasalah kamu dgn tiga butir kurma dan seteguk air minum setelah itu bersegeralah salat magrib.” Kaitannya dengan itu Nabi SAW menganjurkan agar selalu gemar memberi makan untuk tetangga yg miskin. Fenomena kesadaran fitrah di atas, dalam puasa Ramadhan saat ini diharapkan mampu membentuk rasa keterikatan jiwa dan moral utk memihak kepada kaum dhuafa fakir miskin. Pendekatan ini harus diartikulasikan pada pola pikir dan pola tindak ke dalam bingkai amal saleh mampu melebur ke dalam pola kehidupan kaum mustadh’afin.
Seperti dicontohkan Nabi SAW saat membebaskan budak masyarakat kecil dan golongan lemah yg tertindas dgn membangkitkan ‘harga diri’ dan nilai kemanusiaan. Nabi SAW bisa hidup di tengah mereka dalam kondisi sama-sama lapar tidur di atas pelepah daun kurma. Begitu dekatnya Nabi SAW dengan orang-orang miskin sampai-sampai beliau mendapat julukan Abul Masakin.
Ketika ada seorang sahabat bertanya terhadap keberadaan dirinya beliau menjawab “carilah aku di tengah orang-orang yg lemah di antara kalian.” Isyarat yg diberikan Nabi Saw ini menggugah seorang pemikir Islam dari Turki Hilmi H. Isyik mengatakan “Orang yg bersikap masa bodoh terahdap orang-orang miskin di sekitarnya tidak mungkin ia menjadi seorang muslim yg baik.” Pengertian di atas mengambil esensi dari Sabda Nabi SAW yg maksudnya tiap orang muslim jangan mengabaikan dasar pokok iman ibadah dan akhlak. Kalau hal itu terabaikan amal atau muamalat duniawi akan menyimpang tidak terkontrol nafsu kemurkaannya tidak terkendali sehingga orang akan berperilaku sekehendaknya sendiri tanpa memperdulikan lingkungan dan penderitaan orang lain. Dampaknya dapat menghancurkan sikap toleransi dan solidaritas sesama umat Muslim.
Nabi Saw bersabda “Barangsiapa tidak merasa terlibat dgn permasalahan umat Islam dia bukanlah dari golonganku.” Ini jelas memperingatkan permasalahan umat Muhammad yg tumbuh di dunia bukan hanya ibadah shalat dan puasa saja juga luluh ke dalam nasib penderitaan sesama umat. Konteksnya dengan puasa Ramadan Nabi SAW menegaskan “begitu banyak orang berpuasa tapi yg dihasilkannya hanya rasa lapar dan haus semata-mata.” Sabda ini mengandung arti hikmah puasa Ramadhan bukan sekadar menahan rasa lapar dan haus menahan nafsu dan keinginan hedonistis melainkan secara esensial mengandung makna penghayatan rohani ummat yg dalam yakni ekspresi jiwa dan konsentrasi mental secara utuh dan solid di mana sendi-sendi mental dan jiwa terperas ke dalam fitrah diri meluruskan disiplin pribadi dgn baik.
Semua rangkuman di atas merupakan intisari dari firman Allah SWT “Hai orang-orang yg beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kami agar kamu bertaqwa.” . Di sinilah kekuatan iman dan taqwa seorang Muslim diuji. Sehingga jelas nilai takwa seorang Muslim terangkat pada derajat hidup manusia ke dalam orientasi kehidupan duniawi sekaligus memperoleh justifikasi etis keakhiratan.
Allah SWT berfirman “Dan carilah pada apa yg telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagian negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan dunia.” . Dari sana pula pendekatan yg fleksibel sesama ummat dijalin dengan batas pengertian tertentu yakni berpegang pada pokok akidah yg kita yakini sehingga upaya mengangkat kemiskinan terwujud dgn semangat kebersamaan dan solidaritas yg tinggi dalam implementasi wadah puasa Ramadhan yg penuh rahmat ampunan dan barakah.
. Read More..

06 August 2009

Dimana Ulama Kita???

Hari ini Presiden RI meresmikan Bandara Sultan Iskandar Muda di Nanggroe Aceh Darussalam. Pada awal acara dibuka oleh Pidato Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, kemudian dilanjutkan oleh Menteri Perhubungan dan Selanjutnya Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dari pidato ketiga tokoh orang penting tersebut, tidak seorangpun menyebut, "yang saya hormati para Ulama".
Selain itu, tak seorang Ulama pun yang ditempatkan diposisi depan dari deretan undangan yang hadir.
Dimana Ulama Aceh sekarang???
Apakah cuma cukup hanya dengan bangunan yang berbentuk islami saja yang dibicarakan tanpa mengikutkan tokoh kharismatik aceh seperti para Ulama??
Renungkanlah....
. Read More..
 

  © 2009 CAY FELIX